Hukum Menggabungkan Puasa Syawal dan Puasa Qodho '

0
69
<pre><pre>Hukum Menggabungkan Puasa Syawal dan Puasa Qodho '

Hukum Menggabungkan Puasa Syawal dan Puasa Qodho '

Assalamualaikum ustadz, semoga Allah melindungi Anda dan keluarga Anda. Saya ingin bertanya apakah niat puasa Ramadhan disertai dengan niat puasa?
barakallahu fiikum

Dari: Amarullah

Menjawab:

Bismillah walhamdulillah adalah sholaatu wassalam "du Rasulillah wa ba".

Dalam studi para ulama, menggabungkan dua ibadah dalam satu niat, disebut sebagai tasyriik. Ini diperbolehkan tetapi tentu ada ketentuan.

Apakah atau tidak, kembali ke jenis ibadah yang akan kita gabungkan dari sudut niat.

Ada dua jenis ibadah dalam hal niat:

Pertama, Maqsudah Bidzatiha adalah ibadah yang bertujuan.

Kedua, Ghoiru Maqsudah Bidzatiha, yaitu beribadah dengan status sarana.

Setelah mengetahui dua jenis ibadah di atas, ketentuan berikut mungkin atau tidak bisa menggabungkan niat dari dua ibadah itu:

– Tasyrik legal dilakukan pada berbagai jenis ibadah. Yaitu status pelayanan Bidqatiha Maqsudah, dengan status ibadah Ghoiru Maqsudah Bidzatiha.

Sebagaimana dinyatakan dalam Fatawa Islam nomor 6579,

وحكمه أنه إذا كان في الوسائل أو مما يتداخل صح ، وحصل المطلوب من العبادتين

"Hukum menggabungkan niat ibadah (tasyrik) secara sah dilakukan pada ibadah dengan status sarana (Ghoiru Maqsudah Bidzatiha). Jadi dengan tasyrik, seseorang mendapat dua penghargaan ibadah sekaligus."

Contoh:

Bayar puasa di pertengahan bulan, agar semua niat puasa Ayyamul Bidh sunnah. Maka itu valid, karena kedua layanan tersebut memiliki status yang berbeda.

Bayar puasa, Maqsudah Bidzatiha. Sementara Ayyamul Bidh puasa sunnah, Ghoiru Maqsudah Bidzatiha. Jadi siapa yang melakukan ini, dapatkan pahala dua penyembahan sekaligus.

Kita tahu bahwa puasa Sunnah Ayyamul Bidh berstatus Ghoiru Maqsudah Bidzatiha, karena yang dimaksudkan untuk perintah ibadah adalah mengisi waktu pertengahan bulan dengan puasa. Tidak ditentukan jenis puasa, apakah puasa itu wajib atau puasa sunnah. Status Ayyamul Bidh sebagai sarana.

– Tasyrik tidak sah dilakukan pada layanan yang memiliki status yang sama dengan Bidqatiha Maqsudah.

Masih dari Fatawa Islam nomor 6579 menjelaskan,

وأما الجمع بين عبادتين مقصودتين بذاتهما … فلا يصح التشريك ، لأن كل عبادة مستقلة عن الأخرى مبات باات

"Menggabungkan dua kebaktian yang berstatus Maqsudah Bidzatiha, tidak valid. Karena setiap jenis ibadah berdiri sendiri, itu diarahkan pada perintah Syariah. Perintah. Tidak dapat masuk ke ibadah lain."

Artinya, ibadah memang dimaksudkan oleh perintah Syariah, tidak hanya sebagai wasilah. Sehingga masing-masing membutuhkan niat sendiri yang tidak bisa digabungkan.

Contoh:

Seseorang melaksanakan shalat tengah hari pada saat yang sama ia bermaksud untuk shalat rawatibah, atau shalat subuh dikombinasikan dengan sunnah fajar. Maka itu tidak valid. Karena status ibadah ini Bidqatiha Maqsudah atau status diarahkan oleh perintah syari'ah.

Bagaimana dengan Puasa Syawal dan Ramadan Qodho?

Valid atau tidak, kita bisa tahu dengan melihat status kedua layanan tersebut.

Maka berikut ini terlihat dalam penelitian kami:

– Puasa Qodho adalah ibadah yang dimaksudkan oleh perintah Syariah. Sehingga menjadi status Bidqatiha Maqsudah.

Kita tahu ini karena seseorang tidak dapat membayar puasa Ramadhannya dengan Sunnah Senin Senin Kamis misalnya. Ia harus mengkhususkan puasa dengan niat membayar puasa.

– Puasa Syawal, juga memiliki status yang sama; Bidqatiha Maqsudah.

Karena enam hari puasa di bulan Syawal, ibadah dimaksudkan oleh perintah Syariah. Sebagaimana dijelaskan oleh hadits tentang keutamaan puasa Syawal,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

"Siapa yang puasa ramadhan, maka dia mengikutinya dengan puasa sunnah enam hari di Syawal, maka dia akan mendapatkan hadiah seperti puasa setahun penuh." (SDM. Muslim)

Dari sini nampak bahwa puasa Syawal bukan sekadar wasit, tetapi puasa sunnah khusus yang diperintah oleh syari'ah. Kita tahu ini dari kalimat dalam hadits َمَ أَتَبَعَهَ سِتًّا مِنِ شَوَّالٍ "lalu dia mengikutinya dengan puasa sunnah enam hari di Syawal", kalimat ini menunjukkan bahwa puasa Syawal adalah ibadah yang berdiri sendiri. Sehingga niatnya tidak bisa digabungkan dengan ibadah lain dengan status yang sama.

Syekh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan,

Klik untuk melihat lebih banyak lagi. نعم.

"Sedangkan kamu puasa enam hari Syawal dengan niat membayar puasa Ramadhan (qodho & # 39;) serta puasa enam hari Syawal, maka dalam pandangan kami seperti ini tidak akan mendapat hadiah puasa enam hari. Jadi Syawal & # 39; puasa enam hari memerlukan niat khusus pada hari-hari tertentu. "(Dikutip dari halaman resminya)

Jika Anda ingin menggabungkan ramadhan puasa qodho (qodho & # 39;), Anda dapat berpuasa Senin Kamis, Ayyamul Bidh, 3 hari setiap bulan, berpuasa pada hari Arafat atau Asyuro.

Atau puasa Syawal dapat dikombinasikan dengan puasa Ayyamul Bidh dan Senin Kamis, sehingga mendapat hadiah ganda.

Tayangan bus Wallahua.

******

Dijawab oleh Ustadz Ahmad Anshori, Lc
(Dosen di PP Hamalatul Qur'an Yogyakarta dan Situs Pengasuh thehumairo.com)

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATURE.

  • AKUN DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. JARINGAN YUASAN YUFID

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here